Showing posts with label fire punch. Show all posts
Showing posts with label fire punch. Show all posts

Fire Punch: Agni, Dewa atau Iblis?

Dalam dunia yang terus menerus diselimuti es, bertahan hidup bukanlah perkara mudah. Apalagi bagi pemilik karunia setara sumber daya. Lebih parah lagi bagi orang yang tidak diberi karunia atapun bagi orang biasa.

Fire Punch: Agni, Tuhan atau Iblis?
Fire Punch. (shounen jump)
Di Behemdorg status orang-orang yang tersebut hanyalah pengganti sumber daya alam dan budak. Mereka sendiri tidak punya harapan sama sekali selain berdoa kepada tuhan.

Sampai tuhan yang mereka panjatkan datang menyelamatkan mereka dari penindasan. Saat itulah Agni (Fireman), dengan hati nuraninya menyelamatkan orang-orang di Kerajaan Behemdorg.

Kemudian, di dunia yang kurang pendidikan tersebut, dengan cepat membuat orang-orang yang dia selamatkan menganggapnya sebagai tuhan. Ditambah dongeng sebelum tidur San, sebagai tawanan penghasil listrik yang pernah diselamatkan Agni, menjadi harapan semua dalam dunia para tawanan lain.

Sehingga saat mereka terbebas, para orang tertindas menjadi lebih percaya kepada sekte tersebut setelah mengalaminya secara langsung. Dilain pihak, para prajurit ataupun warga Behemdorg menganggap Agni sendiri sebagai iblis.

Ini karena kehacuran yang dibawa oleh Agni. Tak pernah mati walaupun ditembak berkali-kali, juga tidak pernah hangus terlalap api abadi. Profil tersebut sudah cukup memberikan Agni alasan sebagai seorang bertitel iblis bagi Behemdorg.

Entah Iblis ataupun Tuhan, sebenarnya Agni hanyalah manusia biasa. Dia sendiri hidup dalam kedua sisi itu. Bagai iblis yang ingin membalaskan dendamnya dan Dewa yang selalu ingin menolong orang tertindas.

“Menyelamatkan yang lemah dan mengalahkan orang jahat adalah ajaran Agni-sama! Benar ‘kan?!”

Fire Punch: 4 Dasar Bertempur Manusia Abadi

Sebagai manusia abadi yang telah hidup lebih dari 300 tahun, Togatta memiliki segudang pengalaman dalam bertahan hidup. Dan bertarung menjadi salah satu kunci untuk tetap hidup di dunia yang terus-menerus tertutupi es ini.

Fire Punch: 4 Dasar Bertempur Manusia Abadi
Sampul volume 1 manga Fire Punch. (shounen jump)
Ketertarikan pada Agni melatarbelakangi keinginannya menjadikan Agni sebagai pemeran utama dalam filmnya. Demi memuluskan aksi balas dendam Agni, Togatta bersedia mengajarkan dasar-dasar bertempur bagi seorang pemilik karunia regenerasi atau manusia abadi.

Pertama, harus melindungi kepala apapun yang terjadi. Selama kepala pemilik karunia regenerasi baik-baik saja dalam suatu pertempuran, maka apapun yang terjadi dengan tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya, tidak akan menjadi masalah. Semuanya masih bisa beregenerasi dengan baik.

Bagian kepala menjadi penting, sebab kepala akan menjadi pusat dalam pertarungan. Saat kepala hancur, regenerasipun menjadi sedikit melambat. Hingga pada akhirnya pemilik regenerasi bisa dikalahkan.

Kedua, bagi orang dengan karunia regenerasi, ketika memfokuskan pikiran ke bagian tubuh yang mau diregenerasi, maka bagian tubuh tersebut akan lebih cepat beregenerasi. Apalagi bagi pemilik kemampuan regenerasi yang sangat kuat.

Ketiga, terus berlari walaupun semua sendi rusak. Ini karena, semua sendi terkait, akan beregenerasi dengan sendirinya. Dengan terus berlari, maka kecepatan lari pemilik karunia regenerasi akan semakin cepat meskipun hanya sedikit.

Terakhir, ketika melawan musuh yang menggunakan pistol, yang harus dilakukan adalah terus mendekatinya dengan merendahkan badan. Karena peluru sendiri sangat mudah dihindari jika memperhatikannya.

Walaupun poin ke empat sendiri terinspirasi dari kegemaran Togatta menonton film. Sehingga menjadikan film Matrix sebagai dasar bertarung baginya. 

Fire Punch: Pukulan Perdana Pria yang Terlalap Api Kebencian

Ketika manusia diberi kekuatan layaknya dewa, bisa dibayangkan kehancuran seperti apa yang akan terjadi. Mungkin itulah maksud dari mangaka Fire Punch, Fujimoto Tatsuki. The Gifted atau orang yang diberkati, terlahir dengan kemampuan menciptakan keajaiban. Tetapi, yang diciptakan bukan lagi sebuah keajaiban, melainkan kehancuran.

Fire Punch: Pukulan Perdana Pria yang Terlalap Api Kebencian
Fire Punch. (Shonen Jump)
Witch of Ice yang dianugrahi kekuatan es, mengubah dunia hingga diselimuti salju. Orang-orang menjadi kelaparan dan memicu kegilaan. Agni dan adiknya Luna, tokoh utama dalam manga ini, adalah salah satu korbannya. Nyawa kedua orangtua mereka direnggut untuk suatu alasan yang tak lazim.

Agni dan Luna harus hidup mandiri bersama masyarakat desa yang telah menyelamatkan mereka. Secara sukarela Agni mengorbankan tangannya untuk dimakan oleh masyarakat desa. Ini karena Agni juga merupakan salah satu manusia yang diberkati dewa dengan kemampuan regenerasi. Sama halnya bagi Luna, sayang kemampuannya butuh waktu pemulihan lebih lama daripada Agni.

Masyarakat desa merasa sangat terbantu meski harus bertahan hidup dengan memakan daging manusia. Akan tetapi kepasrahan mereka berbeda dengan pemikiran pasukan militer Kerajaan Behemborg ketika datang hendak merampas perbekalan desa. Salah seorang pimpinan pasukan, Doma -The Gifted “api yang tak pernah padam”- tanpa rasa belas kasih, membumihanguskan seluruh isi desa tidak terkecuali Agni dan Luna.

Agni terus merasakan sakit terbayangkan, api abadi itu mengubah dagingnya menjadi abu dan di saat yang sama regenerasi terjadi dan hal ini terus berulang. Satu-satunya yang bisa dia lakukan hanyalah berdoa kepada Dewa agar sekali lagi menyelamatkan mereka, utamanya Luna.

Nahas, akibat regenerasi yang lambat, tubuh Luna terus dilahap api. Sulit baginya untuk bertahan. Agni bahkan sempat pasrah terbakar menjadi abu bersama adiknya. Namun pesan terakhir Luna agar ia terus bertahan hidup memaksa Agni bertahan hidup dalam kebencian.

Butuh lebih dari delapan tahun baginya mengendalikan regenerasi dan menyingkirkan api dengan mengumpulkannya ditubuh. Dan semua itu untuk satu alasan, menggunakan pukulannya untuk balas dendam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...